Teruntukmu yang tak dapat kupandangi dan tak dapat aku sentuh, percayalah bahwa aku selalu mendoakanmu sekalipun aku tak pernah mengenalimu. Aku tidak pernah lupa memohon agar Tuhan selalu memudahkan urusanmu. Memberimu kekuatan untuk menyelesaikan segala sesuatu yang menjadi kesulita-kesulitanmu. Ke pada Tuhan, aku selalu berdoa agar aku selalu diberikan kekuatan untuk tetap nyaman sendiri sampai saatnya tiba dimana kamu akan datang menempati posisimu yang sesungguhnya. Tidak hentinya aku berdoa agar aku hanya dibuat hanya jatuh cinta padamu saja. Wahai seseorang yang telah tertulis di lauhul mahfudz, imamku dan ayah dari anak-anakku, engkau yang akan bersamaku dalam perjalanan nanti aku yakin jika hari ini jauh di sana kamu sedang sibuk memantaskan dirimu dengan sesungguhnya. Aku yakin engkau selalu melakukan hal-hal yang baik untuk orang lain dan untuk hidupmu sendiri.
Aku percaya di manapun kamu berada kau sedang memantaskan diri, mempersiapkan dirimu untuk menjadi seorang pemimpin untuk keluarga kita kelak, dan untuk menjadi tempat bagi seseorang yang membutuhkan bantuanmu. Di sini tanpa kamu ketahui aku terus berusaha memperbaiki diriku sendiri, menjaga hati, menjaga pandangan dan perbuatan agar kelak saat kita dipersatukan hati ini seutuhnya hanya menyukaimu dan belum pernah menyukai atau bahkan tidak pernah menyukai sesorang yang selain dirimu.Kerana kau tahu? Kelak meskipun kau Imamku, ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya kelak, akupun memantaskan pengetahuanku bukan tentang akhiran saja namun juga duniawi. Agar anak-anak kita tidak hanya tahu tentang agama saja namun juga tau tentang pengetahuan duniawi.
Aku percaya di manapun kamu berada kau sedang memantaskan diri, mempersiapkan dirimu untuk menjadi seorang pemimpin untuk keluarga kita kelak, dan untuk menjadi tempat bagi seseorang yang membutuhkan bantuanmu. Di sini tanpa kamu ketahui aku terus berusaha memperbaiki diriku sendiri, menjaga hati, menjaga pandangan dan perbuatan agar kelak saat kita dipersatukan hati ini seutuhnya hanya menyukaimu dan belum pernah menyukai atau bahkan tidak pernah menyukai sesorang yang selain dirimu.Kerana kau tahu? Kelak meskipun kau Imamku, ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya kelak, akupun memantaskan pengetahuanku bukan tentang akhiran saja namun juga duniawi. Agar anak-anak kita tidak hanya tahu tentang agama saja namun juga tau tentang pengetahuan duniawi.
Dariku, teman hidupmu menuju surga. In syaa Allah.
(Annisa, 3 June 2018)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar